Search

Cara Perusahaan Membuat Uang Selama Resesi



Banyak berita akhir – akhir ini menyatakan bahwa Indonesia akan masuk ke jurang resesi, hendak apa artinya bagi para pelaku bisnis di Indonesia? Apakah ada cara agar bisnis tetap hidup dan menghasilkan keuntungan dalam perekonomian ini?


Berikut empat cara agar bisnis tetap hidup dan bahkan menghasilkan keuntungan dalam perekonomian ini :

#1 Cash is King

Goal awal Perusahaan pada masa ini adalah untuk membangun sistem otomatis untuk membuat cash (uang tunai). Untuk melakukan itu, Perusahaan bisa melakukan proses otomasi saving (tabungan) dan kemudian melakukan deliberasi akan investasi yang dilakukan. Dimulai dari tabungan Perusahaan kemudian bisa mempunyai uang tunai, yang tidak terpengaruh oleh pasar. Tabungan Perusahaan yang disimpan disini memang tidak akan menghasilkan uang (seperti yang dilakukan melalui investasi). Namun hal ini bisa memberikan ketenangan pikiran, dan mempertahankan kekuatan dan memastikan Perusahaan akan memiliki uang tunai untuk memanfaatkan peluang yang akan muncul seiring waktu.

Jika Perusahaan sudah kehabisan uang tunai dan arus kas tidak kuat, Perusahaan bisa mempertimbangkan untuk membiayai kembali pinjaman dalam lingkungan suku bunga rendah ini. Ini bisa berupa pinjaman bisnis. Kuncinya adalah untuk menurunkan kebutuhan kas keluar Perusahaan dan memiliki uang tunai di tangan untuk menghadapi hal – hal yang tidak terduga.

#2 Realokasi, Restrukturisasi, dan Renegosiasi

Jika Perusahaan memiliki aset yang berkinerja buruk, Perusahaan dapat menggunakannya untuk melunasi pinjaman suku bunga yang lebih tinggi. Misalnya, menggunakan nilai tunai dari polis asuransi jiwa dengan suku bunga yang lebih tinggi. Perusahaan juga mungkin bisa membayar bunga terlalu banyak karena Perusahaan tidak memiliki skor kredit yang tepat, pelaporan arus kas (karena itu tidak mendapatkan penawaran terbaik dari bank), jaminan atau bahkan koneksi yang tepat tetapi Perusahaan dapat mengubahnya, dengan melakukan restrukturisasi pinjaman dengan menggunakan ekuitas untuk melunasi pinjaman dengan suku bunga yang lebih tinggi. Perusahaan juga bisa melihat kembali suku bunga, dan dapat melakukan negosiasi ulang suku bunga Perusahaan. Dengan perusahaan kartu kredit, menegosiasikan tarif yang lebih rendah lebih mudah daripada yang Perusahaan pikirkan. Bahkan dengan hipotek, Perusahaan dapat melakukan refinance merampingkan dan tetap dengan entitas atau organisasi yang sama.

# 3: Hentikan Kerugian (Stop Loss)

Perusahaan tidak harus berpartisipasi dalam sisi buruk pasar. Jika Perusahaan memiliki investasi, Perusahaan dapat mengatur stop-loss, yang berarti Perusahaan secara otomatis pindah ke uang tunai jika pasar menurun dengan persentase. Jadi, jika Perusahaan punya rencana pensiun atau investasi di pasar saham, Perusahaan menentukan titik di mana Perusahaan tidak mau menderita kerugian atau berurusan dengan volatilitas dan menghilangkan risiko.

Gunakan uang Perusahaan untuk merekrut karyawan dan berinvestasi pada diri sendiri. Perusahaan adalah aset terbesar Perusahaan. Investasikan dalam mengembangkan keahlian Perusahaan dan hanya berinvestasi dalam apa yang Perusahaan ketahui. Pindah ke uang tunai mencegah tekanan mental yang tak terhindarkan dari kondisi pasar yang jatuh. Selama waktu ini, nilai kompetensi Perusahaan dan mulai berinvestasi dengan fokus. Tentukan investasi yang paling masuk akal bagi Perusahaan.

#4 Kontrol kembali biaya asuransi kesehatan(Optimalkan investasi perusahaan pada benefit kesehatan yang tepat)

Masa - masa ini mendorong perusahaan untuk menyingkirkan perlindungan duplikat dan struktur benefit kesehatan yang tidak tepat. ketika Perusahaan hanya mengasuransikan hal-hal yang pokok bukan hal-hal yang tidak penting, Perusahaan dapat menyimpan lebih banyak uang.

Salah satu hal dalam mengoptimalkan biaya kesehatan adalah dengan melakukan evaluasi akan asuransi jiwa, atau asuransi kesehatan swasta yang dimiliki perusahaan. Salah satu proses untuk mengontrol kembali uang benefit kesehatan di Perusahaan adalah dengan melakukan proses self-managed/funded.

Secara sederhana self-managed/funded health plan (asuransi sendiri) adalah proses mendanai sendiri rencana kesehatan seseorang, seperti namanya, melibatkan pembayaran klaim kesehatan karyawan ketika hal itu terjadi. Kelebihan asuransi sendiri adalah mengurangi biaya klaim dan premi. Sebagai perusahaan yang melakukan self managed karyawan mereka membayar klaim sendiri, klaim dapat diselesaikan dan mengurangi kerugian keuangan untuk pendapatan bisnis. Kekurangannya adalah proses untuk melakukan self-managed itu tidak mudah, dan memerlukan proses yang memakan waktu. Oleh karenanya saat ini salah satu cara dalam melakukan self managed adalah dengan dibantu oleh pihak yang dapat membantu proses ajudikasi klaim self managed sistem di Indonesia seperti claim.fit

Kesimpulannya dengan adanya cash kembali di Perusahaan. Perusahaan dapat menginvestasikan uang itu kembali ke dalam diri Perusahaan dan membangun kondisi likuiditas yang lebih tinggi.




Claim.Fit

Claim.fit merupakan platform untuk mendukung perusahaan melakuakn proses klaim atas tunjangan kesehatan karyawan yang otomatis, terjangkau, seperti dokter umum, kesehatan gigi, dan banyak lagi. Klaim perusahaan kesehatan Perusahaan dapat diproses dalam beberapa hari dibantu dengan teknologi.





13 views0 comments