Search
  • Admin ClaimFit

Sedang mencari Asuransi buat perusahaan Anda? Sudah pernah dengar proses self managed?

Updated: Aug 4, 2020

Self Managed (Self Insured) vs Asuransi Swasta


Ditengah Pandemi Covid19 ini Perusahaan makin di Indonesia, makin melihat fungsi dan pentingnya memiliki Asuransi Kesehatan untuk melindungi karyawan perusahaan dan produktivitas. Dikarenakan social distancing Perusahaan Asuransi swasta pun di Indonesia sekarang juga semakin berkembang dan mendorong produk produk baru dengan layanan digitalnya. Layaknya bagaimana dengan proses self managed (mengurus sendiri) layanan kesehatan ?


Tahukan Anda bahwa pengurusan benefit kesehatan di Indonesia, selain BPJS dan asuransi swasta (jiwa, kesehatan) ada pula yang dikenal sebagai self managed?

Apa itu Self Managed?


Pada dasarnya orang yang self managed/mengasuransikan diri berarti bahwa daripada membayar perusahaan asuransi untuk membayar medis, klaim gigi dan visi, perusahaan tersebut membayar klaim sendiri. Daripada mengirim uang kita ke asuransi perusahaan, uang tetap dalam anggaran perusahaan dan dikendalikan oleh perusahaan itu sendiri.


Kenapa melakukan self managed?


Keuntungan dari diasuransikan adalah penghematan biaya & memberi perusahaan jauh lebih banyak kendali dalam hal desain manfaat dan biaya penahanan daripada asuransi swasta.


Berikut perbadingan self managed dengan asuransi penuh :

Terlebih lagi Self managed secara historis telah paling efektif untuk perusahaan besar dan perusahaan Fortune 500 dengan lebih dari 1.000 karyawan tetapi dengan meningkatnya biaya perawatan kesehatan selama sepuluh tahun terakhir dengan tingkat mendekati 10%, pendanaan sendiri telah menjadi pilihan bagi pengusaha kecil.


Sementara beberapa pengusaha besar mengelola sendiri rencana kesehatan kelompok yang didanai sendiri, sebagian besar merasa perlu untuk melakukan kontrak dengan pihak ketiga untuk bantuan dalam ajudikasi klaim dan pembayaran. Administrator pihak ketiga (TPA) menyediakan ini dan layanan lainnya, seperti akses ke jaringan penyedia pilihan, program kartu obat resep, ulasan pemanfaatan dan pasar asuransi stop loss. Perusahaan asuransi menawarkan layanan serupa berdasarkan apa yang sering digambarkan sebagai kontrak "ASO".


Kenapa belum banyak orang yang melakukan self managed?


Kendala terbesar orang untuk melakukan self managed adalah karena ribet prakteknya melakukan self managed secara mandiri. Melakukan self managed berarti membutuhkan waktu, dan posisi khusus dalam perusahaan untuk melakukan pekerjaan claim itu sendiri. Proses pengumpulan data klaim, dan analisis klaim itu sendiri membutuhkan waktu. Rata-rata mereka yang melakukan self managed melakukan proses klaim dan reimbursementnya dilakukan setiap bulan, menjadikan proses menjadi lama bagi Perusahaan dan Karyawan di saat yang bersamaan.


Oleh karenanya proses self managed diperlukan bantuan dalam prakteknya. Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana perusahaan bisa mencari proses self managed yang tepat ?


Prakteknya saat ini sudah banyak aplikasi di masyarakat yang membantu proses klaim, maupun melakukan manajemen benefit. Tapi proses ini tetap membutuhkan waktu dan dibelakangnya tim di dalam perusahaan tetap harus menghitung manual dan melakukan verifikasi yang masih berbelit.


Proses self managed yang tepat adalah dengan mencari aplikasi yang membantu tidak hanya dalam segi administrasi dalam proses manajemen klaim dan proses verifikasi. Namun juga proses adjudikasi (pemrosesan dan analisis klaim). Rasakan secara langsung proses self managed yang tidak ribet bersama claim.fit.


Apa itu Claim.Fit ?

Claim.fit meruapakan platform untuk mendukung perusahaan melakuakn proses klaim atas tunjangan kesehatan karyawan yang otomatis, terjangkau, seperti dokter umum, kesehatan gigi, dan banyak lagi. Klaim perusahaan kesehatan Perusahaan dapat diproses dalam beberapa hari dibantu dengan teknologi.



25 views0 comments

Recent Posts

See All